HARGA BERAS SEMAKIN NAIK DAN PEMERINTAH HARUS SEGERA MENCARI SOLUSINYA BUKAN UNTUK MEMANFAATKAN SITUASI DEMI KEUNTUNGAN PRIBADI

Jakarta, Kompas – Harga beras kualitas medium di sejumlah daerah di Tanah Air cenderung meningkat hingga Rp900 per kilogram di tingkat pengecer. Kecenderungan ini diduga akan berlanjut. Stok beras yang menipis, sementara panen beras yang baru akan terjadi pada Februari 2011, menjadi penyebab pemicu naiknya harga beras.

Demikian hasil pemantauan perkembangan harga beras kualitas medium di sejumlah daerah hari Senin (22/11).

Di Pasar Induk Beras Dargo, Semarang, Jawa Tengah, harga beras C4 kualitas medium yang banyak dikonsumsi naik dari Rp 6.800 menjadi Rp 7.200 per kilogram. Harga beras di tingkat pengecer atau konsumen Rp 7.500-Rp 8.100 per kilogram.

Harga beras kualitas super seperti Membramo di tingkat pedagang bertahan pada Rp 9.400 per kilogram. Di tingkat pengecer harga sudah menembus Rp 10.000 per kilogram.

Di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, harga beras jenis C4 dalam empat hari terakhir naik dari Rp 10.000 per kilogram, sedangkan beras jenis IR 64 medium naik dari Rp 6.250 menjadi Rp 6.500 per kilogram.

Kenaikan harga juga terpantau di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Harga beras kelas medium naik hingga Rp 700 per kilogram menjadi Rp 6.200 per kilogram dalam sepekan terakhir.

Harga beras juga meningkat di daerah produksi beras, seperti Karawang, Jawa Barat. Sejumlah pedagang di Pasar Induk Beras Johar, Karawang, mengungkapkan, dalam sebulan terakhir harga beras di sana rata-rata naik Rp 400-Rp 500 per kilogram. Harga beras kualitas medium berkisar Rp 10.000per kilogram.

Menurut Wahyu, pedagang beras di Pasar Johar, harga beras cenderung naik seiring berkurangnya luas panen dan stok di penggilingan atau di petani. Mayoritas sawah telah selesai dipanen, sementara awal tanam cenderung mundur karena petani khawatir serangan hama dan penyakit merebak lagi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Tengah Ikwan Sudrajat menjelaskan, dari angka ramalan, produksi beras November ini mestinya 195.431 ton. Kenyataannya, jumlah stok beras yang tersimpan di gudang Bulog tidak sebanyak itu.

Ikwan mengkhawatirkan bisa terjadi krisis beras di Jawa Tengah jika perdagangan beras tidak terkendali hingga akhir 2010. Krisis itu bisa muncul karena sentra pertanian padi baru akan panen Februari 2011. Padahal, stok beras saat ini menipis karena gagal panen akibat serangan hama. ”Stok beras tercatat hanya 78.106 ton. Jumlah beras ini hanya cukup sampai awal Januari mendatang,” kata Ikwan.

Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divisi Regional Jateng Aswin menyebutkan, menyusul sudah tidak ada daerah yang panen, Bulog sudah menghentikan pembelian beras atau gabah seminggu terakhir ini.

Pihaknya juga sudah menyiapkan 30.000 ton beras untuk raskin. Beras untuk rakyat miskin ini diharapkan bisa mengamankan situasi kenaikan harga beras di pasaran hingga akhir tahun 2010.

Ketua Umum Asosiasi Perberasan Surakarta Tulus Budiono di Solo mengatakan, permintaan dari luar daerah tersebut juga mendorong kenaikan harga beras di Jateng. Saat ini ada kenaikan permintaan hingga 50 persen untuk perdagangan antarpulau, yakni ke Kalimantan. Padahal, persediaan beras petani sudah habis dan persediaan di tingkat pedagang tinggal 15 persen.

Soal pasokan beras yang tersendat juga terjadi di Sulawesi Selatan. Adi (40), pemilik depot beras Dede Utama di Pasar Terong, mengatakan, kenaikan harga sejak sebelum Idul Adha itu terjadi akibat tersendatnya pasokan beras dari daerah. Selama ini ia mendapat pasokan sekitar 5 ton beras setiap minggu dari petani di Kabupaten Gowa, Maros, dan Sidrap.

Namun, Adi dan para pedagang beras di Pasar Terong tak pernah lagi mendapat pasokan sejak dua minggu lalu. ”Stok beras kualitas medium yang saya miliki saat ini hanya 1 ton. Jumlah itu cuma cukup untuk kebutuhan tiga hari,” tutur Adi.

Kepala Bulog Divisi Regional Sulsel Rito Angky Pratomo menuturkan, pasokan yang tersendat disebabkan para pengepul di daerah lebih senang menjual beras ke luar Sulsel. Kawasan timur Indonesia dan Pulau Sumatera menjadi tujuan utama karena harga beras di daerah itu sedang bagus.

Pedagang beras di Karawang bahkan memprediksi harga beras akan terus naik hingga panen padi musim tanam rendeng 2010/2011, yakni pada akhir Januari atau awal Februari 2011. Berkurangnya pasokan memicu kenaikan harga sebulan terakhir.

Bulog proaktif

Menteri Pertanian Suswono menyatakan, dari aspek produksi ada peningkatan produksi padi 2010 sebesar 2,46 persen dari tahun 2009. ”Dari data angka ramalan III Badan Pusat Statistik, realitas di lapangan memang seperti itu,” katanya.

Surplus beras di beberapa daerah juga terjadi. Bahkan saat ini sejumlah daerah, seperti di Mamuju, Sulawesi Barat, masih panen. Provinsi Sulawesi Selatan bahkan meminta ekspor beras karena tidak terserap Bulog.

Mentan meminta Bulog agar proaktif melakukan operasi pasar, tidak harus menunggu permintaan dari pemerintah daerah. ”Kalau memang terjadi tren kenaikan, langsung lakukan operasi pasar. Bisa saja langsung memakai beras impor,” katanya.

Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, mulai kemarin Bulog sudah melakukan operasi pasar. Bulog menjual beras dalam kemasan 5 kg seharga Rp 6.500 per kg.

”Dari ketentuan Menteri Perdagangan, beras yang dijual Bulog harus Rp 500-Rp 700 per kg lebih rendah dari harga di pasaran,” katanya. (Tim kompas)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: